Showing posts with label Living in Japan. Show all posts
Showing posts with label Living in Japan. Show all posts

Wednesday, December 4, 2013

Bagi Kami Bahagia itu Sederhana :)

Suatu siang di musim gugur yang dingin....
GEDUBRAK (bunyi suara matkan plastik jatuh)....
         "Soorry....gomenasai..." (kataku sambil nyengir...)
                      "It's alright. By the way .... Why you always look happy everyday", 
                                    "Really? Do I?"
                                             "Yes..."
                                                   "I just alwyas try to be happy everyday"
Percakapanku dengannya siang itu mengingatkanku pada obrolanku beberapa dengan seorang sahabat dari negri tirai bambu beberapa minggu yang lalu...
           "I think Indonesian people always look happy...."
Teringat juga cerita dari beberapa temen kalo temen mereka yang orang Jepang ada yang pengen tinggal lama di Indonesia karena katanya di Indonesia ngerasa seneng aja (masa sih...ga salah ya --"). Saya juga ga tau kenapa ini orang-orang mendadak banyak yang komentar soal kebahagiaan...

Apakah orang Indonesia bener-bener keliatan bahagia di mata mereka.Masa iya sih?Bukannya kita juga suka galau galau dan bete bete juga ya. Membuatku berpikir....Setelah mengamat-amati plus ngobrol selama beberapa minggu semua orang di sekitar, mulai dari orang-orang Jepang di kereta, temen-temen lab, temen-temen asrama, dan yang pasti temen-temen Indonesia plus status-status facebooknya :p saya yakin dan memahami sesuatu. Sepertinya yang orang-orang katakan itu tidak salah.... sepertinya bagi kami orang Indonesia bahagia itu sederhana :) 


Yup..kalo dibanding-bandingin sama orang-orang Jepang disini dan beberapa bangsa lain yang entah kenapa emang sebagian besar selalu keliatan super serius , mungkin orang Indonesia emang keliatan lebih bahagia,, haha orang dikit-dikit ketawa atau bercanda dan lain-lain (he bahkan bisa dibilang kalo lagi kumpul suka jadi bikin ribut :p di jalan). Serius... alasannya apa? Luar biasa sederhana. Walaupun sebenernya kerjaan numpuk ga beres beres di lab/kantor/rumah, habis dimarahin sensei atau apa...entah kenapa kalo diliat-liat orang Indonesia cenderung gampang berubah moodnya jadi lebih seneng cuman gara-gara....
   Seneng karena habis nemu atau makan enak
   Seneng karena ketemu temen eh terus heboh ngobrol ngalor ngidul segala macem
   Seneng kumpul dan ngobrol bareng keluarga dan temen-temen
   Seneng karena habis foto foto terus hasilnya bagus
   Seneng karena cuacanya bagus jadi bisa ngejemur baju 
   Seneng karena lagi laper tiba tiba ada yang nawarin makanan gratis
   Seneng karena dapet diskon atau dapet baju dengan harga murah
   Seneng karena bisa bagi-bagi makanan sama yang lain
   Seneng karena ga sengaja ketemu mbak-mbak pake jilbab juga di negara minoritas Islam
   Seneng karena ketemu sama orang bule terus dadahdadah atau minta foto bareng 
   Seneng karena bisa tidur dan leyeh leyeh di rumah tanpa harus mikirin deadline tugas
   Seneng karena bisa jalan-jalan ga diem di rumah aja
   Seneng karena ngeliat daun-daun berubah warna atau berguguran di musim gugur
   Seneng karena pas lagi dingin minum coklat Van Houten yang anget
   Seneng karena pas lagi panas atau bete makan es krim atau coklat
   Bahkan  seneng karena berhasil ngejailin orang...
   dan alasan-alasan sederhana lainnya...

Ya, bahagia tampak begitu sederhana bagi orang-orang Indonesia. Disini, negri yang begitu luar biasa teraturnya tapi entah kenapa sepertinya banyak di antara mereka yang tidak bahagia , buktinya tiap pekan pasti ada satu orang yang menjatuhkan diri di rel kereta (...ngeri) dan udah kayak biasa -padahal kalo di Indonesia mungkin udah jadi headline-. Sedangkan di Indonesia dengan kondisi yang carut marut berantakan, pemerintaha korupsi, pengangguran banyak, kriminalitas tinggi, duit bokek alias ekonomi rendah, dan segala yang jelek-jelek lainnya orang-orang masih bisa tampak bahagia, senyum senyum, dan ketawa ketiwi. Teringat salah satu senpai yang dulu pernah bilang....Indonesia itu amburadul masuk negara paling kacau tapi happiness index kita masuk deretan besar teratas di dunia. sedangkan Jepang semuanya serba teratur tapi happiness index nya masuk deretan besar terbawah di dunia. Padahal kalo dipiki-pikir apa sih yang ga ada di Jepang....pendapatan hampir merata semua, transportasi gampang, alat-alat canggih, udara seger dan bersih, pemandangan bagus, dan segala macem yang bagus-bagus ada disini. Ya, kebabahagiaan memang relatif. Walaupun bisa dibilang sebenernya ga semua orang Indonesia sendiri bahagia...buktinya masih ada juga orang yang ga puas-puas ngegerogotin harta orang lain karena ngerasa dengan gitu dia bakal bahagia. Nyatanya apakah mereka bahagia? Ya ujung-ujungnya tetep ga bahagia. 

Mungkin ini ada hubungannya dengan indikator rasa syukur. Sebagai negara dengan jumlah muslim nomor 1 di dunia dan setidaknya yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa (mean: sebagian besar orang punya agama), mungkin juga yang memepengaruhi indikator syukur orang-orang Indonesia. Sedangkan bagi orang-orang sini...jangankan mengingat Tuhan, bahkan sebagian besar mereka tidak tahu agama itu apa. Ya, setidaknya ada satu hal yang bisa kubanggakan dari negriku,, bagi kami bahagia itu sederhana :) . Dan semoga suatu saat cahaya Allah bisa menerangi negri ini dan negri-negri lain....
"Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari maka sesungguhnya azabKu sangat pedih" (Al Qur'an Surat Ibrahim: 14)
Ya, rasa syukur sendiri dalam Islam khususnya merupakan salah satu kunci dari kebahagiaan dunia dan akhirat selain sabar dan ikhlas....
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya." (Hadits Rasulullah SAW. Riwayat Muslim)
Faktor lainnya mengapa orang Indonesia, khususnya seorang Muslim tampak bahagia mungkin karena konsep kebahagiaan bagi seorang Muslim (yang saya sendiri juga sedang selalu berusaha coba buat ke arah sana) sebenernya bener bener kebahagiaan yang hakiki, bukan kebahagiaan relatif yang kayak di atas. Haha jadi beurat...yak tentunya keyakinan diri bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah fana, 5 waktu dalam sehari selalu berusaha dijalanin buat selalu mengingatkan kita bahwa tujuan akhir kita adalah Allah...bukan melulu soal kesuksesan dunia, pekerjaan, hubungan cinta, dan sebagainya.... Bagi seorang Muslim setidaknya dalam sehari ada waktu rehat sebentar untuk tidak memikirkan pekerjaan di dunia mungkin juga faktor yang membuat setidaknya wajah-wajah kami tampak lebih bahagia (aamiin..Ya Allah aamiin...) dibanding dengan orang-orang Jepang atau asing pada umumnya yang super workholic bekerja tanpa henti . Itu janji Allah, bahwa dengan banyak mengingat-Nya hati akan tenang dan yang pasti "mungkin" jadi keliatan lebih bahagia
"(yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram" (Quran Surat Ar-Ra'd: 28)
Ya, jadi ini berlaku juga konsep kebalikan. Sebagai seorang muslim, jika kita tidak merasa tenang atau bahagia....sudah selayaknya kita bertanya pada diri kita sendiri. Apa yang terjadi pada diri kita? Kapan terakhir kita benar-benar mengingat Allah? Kapan terakhir kita sholat tidak terburu-buru dan dengan khusuk menghadapkan diri kepada-Nya? Kapan terakhir kali kita menyempatkan diri untuk duduk sejenak dan mambaca satu per satu kalam Allah yang ada di Qur'an? Kapan terakhir kali kita tidak memikirkan diri kita sendiri seperti yang diperintahkan Allah?.....ini sebuah teguran bagi diri saya sendiri juga tentunya (>-<) . Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala yang ada di bumi, termasuk hati-hati kita.

#Tersenyum dan Ramah : Cara Menyebar Kebahagiaan 


Lalu, gimana cara nunjukin kebahagiaan kita? Ya, salah satu jawabannya adalah dengan cara senyum :) dan menunjukkan keramah tamahan kita (kayaknya ini orang Indonesia cukup jago dalam beginian). Pernah ga sih kalian ngerasa kalo liat orang bahagia atau senyum rasanya jadi ikut bahagia juga atau sebaliknya kalo kiat orang bete jadi ikut bete juga. Nah, jadi emosi itu menular kawan. Makanya, biar kebahagiaan ga jadi punya kita aja, ga ada salahnya kan kita bantu sebar-sebarin emosi positif kita. Bahkan sebagai seorang muslim, Rasulullah Muhammad SAW. itu salah seorang contoh panutan yang TOP BGT 
"Jangan meremehkan sedikitpun tentang kebaikan, meskiupn hanya menjumpai saudaramu dengan berwajah ceria" (Hadits Riwayat Muslim)
"Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW." (Hadits Riwayat At-Tirmidzi) 
Begitu pula dengan salah satu perkataan cucu Rasulullah Muhammad SAW, Husein R.A
"Aku bertanya kepada ayahku (Ali bin Abi Thalib R.A) mengenai adab dan etika Rasulullah SAW terhadap orang yang bergaul dengan Baginda. Ayahku mengatakan: Baginda senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, Baginda bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja yang mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas"

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita semua dan khususnya bagi seorang Muslim berusaha menyederhanakan kebahagiaan dan menyebarkan kabahagiaan kepada orang lainnya. :) Bismillah...selamat menjalani hari hari dengan penuh kebahagiaan!!!

Sunday, December 1, 2013

When I say I LOVE AUTUMN


When I say I Love Autumn....When... I.. Say... I... LOVE...AUTUMN ^_^
Lagu masa kecil yang dulu sering kudengar di acara Barney belakangan ini selalu terngiang-ngiang di telingaku terutama saat berjalan di luar rumah. Ya, tepat sekali, setidaknya kali ini ijinkan aku bercerita betapa indahnya musim gugur di negri sakura (mungkin juga di negri lain) sebelum semuanya terlambat, sebelum daun-daun momiji dan mapple, dan daun warna warni lainnya semakin banyak berjatuhan yang menandakan musinm indah ini akan berganti dengan musin dingin... Walaupun mungkin agak sedikit terlambat, tapi biarlah.

Musim gugur (autumn alias fall dalam bahasa inggris atau aki  dalam bahasa Jepang) merupakan salah satu musim yang luar biasa dan seperti judul post ini, benar-benar membuatku jatuh cinta, subhanallah. Aku memang belum pernah merasakan bagaimana musim gugur di negara lain, ya ini pertama kalinya aku benar-benar merasakan apa yang dikatakan orang-orang dengan musim gugur. Jepang...dengan segala pesonanya konon memang paling asik dikunjungi saat dua waktu, yaitu saat akan datang musim semi di saat sakura bermekaran dan yang kedua tak lain dan tak bukan adalah saat musim gugur di saat daun-daun  di sepanjang jalan berubah warna. Alhamdulillah, aku benar-benar bersyukur karena akhirnya setelah penantian panjang akhirnya thun ini aku bisa merasakan musim gugur pertama kalinya di dalam hidupku.  Bagiku pribadi mungkin inilah kekagumanku pada salah satu ciptaann Allah yang bernama "autumn"
"....dan tetumbuhan dan pepohonan keduanya tunduk (kepada-Nya)" (QS. Ar-Rahman: 6)

WHEN THE AUTUMN COMES....

# The Temperature Starts to Fall...

Idealnya aki mulai datang dari sekitar akhir September. Tapi entah mengapa, tahun ini di Jepang autumn datang agak sedikit terlambat  daripada normalnya dan terlambat dibandigkan negara lain (seperti Korea, Cina, dan Amerika).. Saat aku datang di awal September, rasanya masih summer dan panas banget suhunya sekitar 25-32 derajat, akhir September suhu masih sekitar 23-25 derajat. Sebagai penduduk Bandung yang notabene salah satu kota besar terdingin di Indonesia suhu segitu masih bukan masalah. Baru sekitar pertengahan Oktober di Jepang tahun ini suhu mulai makin nurun, yaitu sekitar 18-20 derajat dan masih cukup nyaman. Nah...saat ini baru aku mulai ngerasa kedinginan. Tapi, makin lama makin terbiasa...dan pada awal hingga pertengahan November suhu mulai makin turun lagi jadi 12-17 derajat. Dan saat itu udah mulai ga nyaman buat tidur..hehe. Alhamdulillah ternyata saat itu juga asrama mulai menyediakan selimut futon alias selimut quilt yang super tebel buat tidur.  Ya tapi boleh dibilang sebenarnya suhu musim gugur ini masih enak dan sejuk sejuk gitu (kalo kata orang Jepang) dibandingn ntar musim gugur. Makin kesini makin turun suhunya,  hingga sampai sekarang  masih mencapai sekitar 8-15 derajat. Tapi, 2 hari belakangan ini sepertinya makin super dingin...bahkan kalo malem udah sampe sekitar 5 derajat konon..ya benar musim dingin akan segera tiba.

# Many Beautiful Cute Warm Clothes Sold in Store and Worn

Haha..ya begitulah, musim gugur dateng berarti store-store mulai jual jual baju anget...mulai dari coat, sweater, syal, gloves, kaos kaki, sepatu boot dll perlengkapannya dengan aneka desain dan bahan yang lucu-lucu. Baju-baju model begini sangat jarang ditemuin di Indonesia..why? haha ya iya karena kalo dijual di Indonesia mungkin ga laku dan bahkan malah jadi kepanasan.  Sebagai wanita, aku pribadi suka ga tahan kalo lama-lama jalan di mall liat baju dan coat-coat fall/winter yang super lucu dan stylist banget, kayak yang di drama drama korea gitu. Hix rasanya kalo duitnya segudang pengen diborong aja tuh coat, sweater, atau boot.... aaaa sayangnya harganya juga lucu hehe (baca: mahal) bikin sakit hati T.T dan kantong kering.  Jadi sebagai mahasiswa exchange yang beasiswanya ga banyak akhirnya lebih milih nyari coat atau baju yang "second hand". Eits...jangan salah second hand nya Jepang itu kadang masih super bagus dan enaknya harganya miring asal pinter milih dan nawar aja. Haha satu hal yang bikin saya seneng banget sama fashion musim gugur dan winter adalah karena selain stylist, pastinya panjang dan sopanga kayak pakaian summer yang (maaf agak kurang bahan hehe) ... Seneng banget di musim ini liat orang-orang Jepang ga cewek ataupun cowok modis-modis bajunya, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, ibu-ibu, sampai nenek nenek bajunya cool!!! Haha, tapi mungkin kalo baju kayak gitu dan boot yang luar biasa tinggi dan sampe dengkul dipake di Indonesia kayaknya ga cocok, selain di Indonesia panas bahkan mungkin ada yang ngomongin diem diem "alay" wkwk (dasar orang Indonesia tukang komentar T.T)

# Times for Seeing Momiji and Leaves Change into Beautiful Color

Naaahhh ini adalah hal yang paaalliing saya suka dan bikin saya selalu berdesir kalo ngeliat (he kayak orang jatuh cinta aja). Ya, saat musim gugur pemandangan yang paling luar biasa tak lain dan tak bukan adalah ngeliat dauun-daun di pohon yang mulai berubah warna, dari yang tadinya warna ijo pas musim semi dan musim panas...di aki daun-daun di pohon berubah warna jadi warna merah, kuning atau oranye..pokoknya cantik banget.  Ga di jalan-jalan perumahan, deket stasiun, di kampus, di taman, apalagi di gunung...semuanya luar biasa indah.

Jeng...Kenapa fenomena ini bisa terjadi? Haha teringat salah satu pelajaran saat dulu di kampus gajah, kata dosen dan saya simpul-simpulkan sendiri...daun-daun ini berubah warna karena pada saat menjelang musim dingin, daun tidak akan berfotosintesis karena cahaya matahari (siang makin pendek). Akibatnya,  klorofil (yang merupakan salah satu bahan baku prose fotosintesis) yang produksinya dipicu cahaya matahari tidak dibutuhkan dan tidak diproduksi lagi. Jadilah panjang gelombang foton yang diserap oleh daun berubah hingga akhirnya pigmen warna daun lainnya yang selama ini tertutupi oleh klorofil (zat hijau daun) jadi tampak. Dari referensi yang saya baca, secara umum pigmen warna daun yang bikin warna daun di musim gugur ini berubah ada 3 jenis, yaitu antosianin (pigmen merah), karotenoid (sebagian besar warna kuning), dan juga tanin (walau bukan jenis pigmen tapi konon bisa ngebikin jadi wana coklat di pohon oak). Jadi, warna yang muncul tergantung jenis pohon, zat kimia yang dihasilkan, dan juga cahaya. Antosianin katanya bakal diproduksi kalo ada cahaya waktu cerah, sedangkan kalo ga banyak cahaya ya mungkin yang lebih dominan daun jadi warna kuning. Begitulah kira-kira...hehe maaf jadi rada ilmiah.

Yak, kalo di Kanada daun yang beken saat musim gugur adalah daun mapple. Nah, lain halnya di negri sakura ini. Daun yang beken adalah daun "momiji" alias Japanese maple tree. Dulu saya kira momiji itu istilah untuk jalan-jalan ngeliat daun berubah warna secara umum...ternyata "momiji" itu kata benda yang merupakan salah satu jenis taneman dengan nama latin Acer palmatum yang juga bentuk daunnya kayak jari-jari dan luar biasa "kirei" (baca cantik) pas musim gugur. Saat musim gugur gini, selain orang-orang asing, orang Jepang sangat suka menikmati momiji dan daun-daun berubah warna. Bahkan memang ada beberapa tempat yang beken jadi tempat liat momiji, biasanya di sekitar gunung-gunung. Untuk di sekitar Tokyo salah satu tempat yang cukup beken adalah "Takao-san".

Alhamdulillah tanggal 16 November kemarin aku bersama dengan anak anak PPI Tokodai berkesempatan melihat indahnya daun daun momiji dan keindahan musim gugur ini. Nah..tapi karena senpai senpai saya bosen ke Takao san, alhasil momiji PPI Tokodai tahun ini diadakan di "Mitake-san" suatu daerah di luar Tokyo tapi masih cukup dekat. Perjalanan dari Tokyo ke sana mencapai waktu sekitar 2 jam dan naik kereta yang super penuh karena semua orang juga mau jalan-jalan kayaknya. Tapi sampai disana...waahh luar biasa rasanya 2 jam capek di jalan ga ada apa-apanya. Kami hiking menyusuri sungai di daerah Mitake san...dan di pinggir sungai terdapat banyak sekali pohon-pohon yang berubah warna mejadi masya Allah sangat indah...apalagi dipadu dengan pemandangan dan suara gemercik sungai alam. Pemandangan yang benar-benar tak pernah kurasakan sebelumnya...benar-benar seperti ada di kalender, kartu pos, atau bahkan dulu hanya ada di dunia mimpi. Selain itu kami juga naik kereta gantung menuju ke puncak Mitake-san dimana terdapat shrine atau kuil yang dihiasi dengan momiji dan pohon-pohon yang telah berubah warna menjadi merah, oranye, ataupun kuning. Konon, pekan di saat kami datang memang pekan paling pas buat nikmatin pohon-pohon berubah warna sebelum semuanya mulai berguguran kayak sekarang. Alhamdulillah...Ya Rabb terimakasih telah diberi kesempatan luar biasa ini. Ureshi !!!!



Momiji in Mitake-san

Suzukakedai Campus during Autumn

Fujigaoka in Autumn

Nagatsuta in Autumn

PPI Tokodai Momiji 2013 in Mitake-san
(photo by: Reza Aryaditya)

Momiji Leaves (photo by: Ahmad Syarif)

Shrine on the Top (photo by: Ahmad Syarif)

PPI Tokodai Momiji 2013 in Mitake-san
(photo by: Ahmad Syarif

# Wanna Eat More and More

Selain itu, salah satu fenomena musim gugur lainnya adalah "perut mulai gampang laper" alias nafsu makan meningkat. Itulah yang aku dan teman-temanku alami...kadang baru makan, eehh udah laper lagi. Rasanya semua mau dimakan, Dan rasanya dikir-dikit mulai cari camilan buat ngisi perut..yang sebenernya ga kosong juga :p . Kalo di komik Jepang, katanya aki musim nafsu makan, ya memang benar!!! Sebenernya fenomena ini mungkin refleks dari tubuh yang kedinginan...jadi otomatis biar lebih hangat perlu ngelakuin pembakaran, ya salah satunya dengan makan hehe. Haha gimana musim dingin ya....

# Month for Mushrooms, Grapes, and Kaki

Ya, musim gugur emang paling terkenal sama makanan-makanan itu...mulai dari jamur, anggur, dan buah kaki yang semuanya super enak menurutku. Haha, ternyata emang disini kayak harvest moon banget....musim gugur itu identik dengan jamur dan anggur. Apalagi disini jamur yang dijual bener-bener beraneka ragam jenis dan bentuknya lucu, bener-bener kayak jamur yang ada di negri dongeng atau yang di game game ^_^ . Jadi..bener bener saatnya nyobain aneka macem jamur yang dijual di supa dan dibikin resp baru. Selain itu, yang beken lagi adalah buah kaki. Buah kaki itu apa? Nah...ini salah satu buah khas disini. Warnanya oren kayak tomat, kerasnya kalo digigit kayak apel, tapi rasanya manis kayak mangga. Wah, pokoknya enak banget dan sekarang jadi salah satu buah favoritku. Sebenernya buah kaki ini mirip sama salah satu buah yang ada di Indonesia,, apa ayo tebak? Jawabannya adalah buah KESEMEK!!  Pantes gak ga asing...tapi yang di Indonesia kebalikannya dan ga enak, selain kecil-kecil, keras rasanya juga sepet hehe. Memang daerah asalnya dari Asia Timur sepertinya. Begitu juga buah anggur, banyak yang dijual.

Jamur jamur di Jepang (seuai arah jarum jam dari bawah: jamur
shitake, eryngii/king trumpet, enoki, maitake, shimeji)

Buah Kaki

#  Sunlight is Really Valuable

Ini juga salah satu hal yang kusadari saat suhu mulai mendingin di musim gugur. Di Jepang sendiri, khususnya di tempatku tinggal (Tokyo dan Yokohama) sebenarnya suhu ga terlalu dingin...tapi angin yang ngebawa udara dinginnyanya itu luar biasa kenceng yang ngebikin suka jadi ga kuat. Nah...di saat saat udara mulai dingin ini juga, rasanya bermandikan di bawah sinar matahari jadi salah satu hal yang paling menyenangkan. Berjalan di pinggir jalan dengan kanan-kiri pepohonan berwarna warni yang mulai beguguran, angin sepoi-sepoi yang disertai cahaya matahari yang teduh menjadi hal yang bener-benar sangat kunikmati selama musim gugur. Ya, selama ini berhubung tinggal di negara tropis yang panas dan selalu ada matahari all day, kadang seringkali ga sadar dan bersyukur bahwa matahari itu penting banget...dan Allah menciptakan matahari itu ada tujuannya. Selain itu juga, berhubungan sama matahari...musim gugur dateng berarti waktu sholat shubuh jadi makin telat dan waktu solat magrib juga makin cepet. Haha jadi memang harus siap siaga  banget selalu ngeliat jadwal sholat yang bener...he kalo di Indonesia kan suka suka aja hampir sama tiap hari juga. 

Ya itulah fenomena fenomena yang selama aki alias autumn ini kualami. Rasanya benar-benar seperti ada di dunia mimpi... Ya Rabb alhamdulillah atas kesempatan yang Engkau berikan.  Semoga siapapun yang punya keinginan juga buat ngeliat musim gugur bakal kesampean. Bagus banget dan must be seen!!! ^_^  Sedih rasanya saat ini melihat daun-daun makin mulai berguguran...menandakan udara sejuk di Jepang saat ini sebentar lagi bergantikan dengan angin dan udara yang dinginnya semakin menusuk-nusuk. Tapi...semuanya memang sudah diatur oleh Allah dan pastilah ada kebaikan masing-masing yang tersimpan di dalamnya.

Akhir kata, semoga fenomena fenomena ini mengingatkan kita bahwa Setiap orang dan apa yang ada di bumi ini memiliki takdirnya masing-masing yang sudah ditentukan Allah...sama seperti layaknya daun-daun yang berguguran yang ada di musim ini...

"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (QS. Al-An'am: 59) 

Monday, November 18, 2013

Homestay with Japanese Family, One of The Best Moment

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 9-10 November 2013 alhamdulillah saya diberi kesempatan buat ikut program homestay 2 malam 1 hari di keluarga Jepang yang diprakarsai oleh suatu klub yang disebut Hippo Family Club. Boleh saya katakan klub ini cukup luar biasa, karena beranggotakan family atau keluarga Jepang yang siap menerima mahasiswa atau orang-orang asing buat tinggal di rumahnya.... Haha keikutan saya di program ini pun sebenarnya juga bener2 takdir, karena saat itu pendaftaran untuk ikut homestay sebenarnya sudah ditutup...hanya saja karena pengen banget jadi saya iseng aja coba memberanikan diri ngehubungin CP nya, alhamdulillah yang namanya kehendak Allah, aplikasi saya tetep diterima walaupun udah lewat batas deadline. Benar-benar satu pelajaran paling berharga tinggal di negara orang adalah "JANGAN TAKUT untuk BERTANYA"...ternyata pepatah Indonesia malu bertanya sesat di jalan itu emang tepat banget.

Hostfamily ku tinggal di kawasan kota Kawasaki yang sebenernya ga jauh-jauh amat dari tempatku tinggal (kota Yokohama). Hari itu....meeting dengan host family pertama bakal diadain jam 1 di Ookayama. Haha berhubung rada siang, jadi saya berangkat habis dzuhur dan langsung keburu-buru lari karena takut telat (ga enak dong kesan pertama "tukang telat" -Indonesia banget-) ke stasiun Fujigaoka yang merupakan stasiun paling dekat dari dorm. Eeeehh ternyata pas sampe di sana..takdir berkata lain. Di siang itu, benar benar bertepatan saat aku naik tangga ke atas stasiun terjadi kecelakaan penumpang, entah jikko (kecelakaan biasa akibat kelalaian penumpang) atau jisshin jikko (bunuh diri) saya ga tau pasti. Begitulah Jepang...hal seperti ini (red: bunuh diri) udah sering banget terjadi, tapi kata temen saya yang uda tinggal lebih lama deket eki (baca:stasiun) ini, ini pertama kalinya selama 2 taun terakhir dia tinggal disitu. Yg lebih parahnya lagi adalah...saya nyaris jadi saksi mata, bahkan masih smpat melihat jaket korban di rel kereta....benar-benar merusak mood saya hari itu. Di Jepang, kereta itu transport utama banget...jadi kalo ada yang kayak gini otomatis semua kereta di line itu harus berhenti dulu dan mau ga mau saya harus nunggu sekitar lebih dari 30 menit.

Cukup panik, karena meeting dengan hostfamily jam 1, padahal kereta baru bakal jalan lagi jam 1.30..alhamdulillah setelah berusaha ngehubungin sensei Sato, akhirnya sensei berkata bahwa dia akan memberitahu hostfamilyku untuk menunggu....waktu pun berlalu.... Akhirnya sekitar jam 2.00 aku baru sampe di tempat meeting dengan hostfamily. Ga nyangka banget pas sampe disana, ternyata buanyak orang dari hippo family club dan ternyata mereka nungguin saya. Begitu masuk pintu, dengan ramahnya orang-orang Jepang tersebut bertanya "Laras-san?" Spontan aku jawab "Hai..." dan tidak lama kemudian ada seorang wanita Jepang bertubuh mungil berumur 40 tahunan tersenyum "Hi Laras-chan..I'm Mikan, your host family sambil membuka tangannya untuk memelukku".Haha ternyata ibu ini memang mirip sekali ya dengan di foto keluarga yang aku dapat sebulan sebelumnya saat penentuan host family. Kemudian iya menyodorkan sebuah benda kecil berbentuk corong yang sangat unik..ternyata itu adalah origami!!! Wow,,, spontan aku menjawab "aaa..kawaiine, arigatou gozaimas." Tidak lama kemudian tiba-tiba namaku dan Mikan dipanggil untuk ke depan panggung buat memperkenalkan diri satu dengan lainnya. Luar biasanya dan saya cukup kaget saat tiba tiba Mikan berbicara "Selamat pagi...nama saya Mikan. Saya tinggal di Kawasaki dengan keluarga saya dan bla bla bla...." wowww bahasa Indonesia!!! Ternyata dia bisa sedikit bahasa Indonesia (walaupun mungkin cuman untuk perekenalan karena emang ibu-ibu yang ada di Hippo Family ini  belajar bahasa apapun untuk berkomunikasi dengan siapapun. Haha...jadilah akhirnya aku sendiri juga memperkenalkan diri dengan Bahasa Jepang walau rada terbata-bata.

Setelah meeting dan sedikit bercapak-cakap dengan anggota hippo yang lainnya, akhirnya kami (aku, Mikan dan salah pengurus inti hippo di Kawasaki dan bocah-bocah anggota Hippo family bertolak ke eki dekat apartemen keluarga Mikan tinggal. Di jalan, kami bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa campur-campur..kadang kalo agak ngerti, coba coba jawab pake bahasa Jepang (walaupun super  susaaahh dan lama banget buat ngomong atau ngartiin yang mereka tanya) campur dengan bahasa Inggris dan kadang-kadang mereka sering bertanya "Apa bahasa indonesia ini..blablabla". Dan mulai saat itu juga aku dipanggil sebagai Raras-chan bukan Raras-san (-chan dalam bahasa Jepang merupakan panggilan untuk anak perempuan, sedangkan -san merupakan panggilan untuk orang dewasa secara umum. Di sini namaku berubah jadi Raras karena jepang ga punya huruf L).

Keluarga Mikan terdiri dari 3 orang (ayah, ibu, dan 1 orang anak), emang bener-bener potret sebagian besar keluarga Jepang jaman sekarang karena banyak di antara mereka yang menganggap 1 anak saja sudah cukup...cukup susah ngerawatnya dan yang pasti biaya dan segala macemnya,, haha ga kayak orang Indonesia yang malah suka sebalikannya menganggap "Banyak anak, banyak rejeki". Bahkan banyak orang  muda Jepang jaman sekarang yang akhirnya ga menikah karena berbagai pertimbangan...terutama karena faktor materi..

HARI PERTAMA ^^

Yupp...ini pertama kalinya aku masuk ke dalam apartemen orang Jepang sesungguhnya,,haha seneng banget karena apartemen dan furniturnya bergaya "Jepang abis". Lantainya beralaskan tatami, alias sejenis lantai kayu/parquet yang membuatnya jadi ga terlalu dingin dan ga terlalu panas kayak keramik. Kemudian di ruang keluarga ada meja yang bebentuk kotak dan terasa hangat bila kaki dimasukkan ke dalamnya. Meja ini deisebut dengan kotatsu elektronik, dimana panasnya bisa diatur-atur sesuai dengan keinginan. Ya, hari itu sudah memasuki musim gugur dan suhunya sekitar 9-15 derajat. Jadi, bagi orang Indonesia seperti aku ini,, nyaman banget masukin kaki ke dalam kotatsu. Selain itu furnitunya juga tidak tinggi-tinggi, sederhana tapi modern, dan ruangannya pun juga tidak besar. Menurutku pribadi mungkin ini memang dirancang biar kalo gempa ga bahaya. Di kamar mandi, bahkan pertama kalinya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bak mandi bergaya Jepang yang disebut dengan ofuro. Seperti layaknya rumah-rumah Jepang lain, toilet dan kamar mandi pun diletakkan di tempat terpisah.

Sore itu, Mikan berjanji akan mengajarkanku bagaimana cara memasak Takoyaki (salah satu masakan Jepang yang terkenal di Indonesia dengan berbahan baku tepung dan pastinya tako alias gurita). Haha karena aku bakal masak bareng bocah-bocah...jadi harus nunggu smua anak-anak kecil anggota Hippo Family Club dateng ke apato tempat keluarga Mikan tinggal. Sambil menunggu, bocah bocah kecil ini mengajariku origami alias kertas lipat. Di Indonesia....aku juga belajar kertas lipat dari TK, tapi ternyata oh ternyata kemampuanku bener bener jauh di bawah bocah-bocah SD ini (Aya chan, karen-chan, dan haru-chan ), rasanya benar-benar memalukan. Tangan mereka luar biasa terampil melipat kertas berwarna warni menjadi berbagai bentuk yang sangat menarik...mulai dari bunga, kincir, baju, bentuk kubus kubus abstrak dan segala macam.. dan bahkan aku sama sekali ga tau bagaimana cara membuatnya. Mereka juga mengajariku bagaimana membuat burung bangau "crane"...salah satu seni origami paling sederhana dan paling terkenal di Jepang. Bahkan anak-anak kecil ini membuatkanku suatu bingkai selamat datang yang berisi origami hasil karya mereka ^_^ .Beginilah anak-anak di negri asal origami. 



Tidak lama kemudian, chika-chan, putri Mikan yang masih duduk di bangku SMP pun datang. Anak perempuan ini gayanya luar biasa tomboy dan bertubuh atletis (karena anggota klub voli). Gayanya cowo banget pokoknya...tapi ternyata oh ternyata dibalik gaya tomboynya itu tangannya luar biasa terampil mengerjakan beragai macam handicraft (mulai dari seni origami, dekoratif, menjahit dari fanel, melukis, dll) haha karena tidak sengaja banyak benda lucu ketemukan di sekitar rumah itu dan saat aku bertanya pasti sang ibu menjawab "Chika-can yang membuatnya". Bahkan saat di pesta malam harinya aku tidak sengaja menemukan buckyball keren dari origami, berukuran besar...dan ternyata saat aku tanya Chika-chan yang membuatnya. Anak perempuan ini juga mengajariku membuat keyholder buatan sendiri berbentuk topi.  Ckckckck...diam-diam aku berdecak kagum,, begini ternyata ya anak-anak Jepang tangannya terampil banget..masih kecil tapi udah bisa berbagai macem ketrampilan. Dari keci mereka udah lihai bikin craft dan ngejait.

Hahaha...seneng banget diajarin seni dan origami sama bocah-bocah sambil makan Takoyaki. Yeeeyy..akhirnya giliranku tiba membuat takoyaki. Ternyata, untuk membua takoyaki harus pakai wajan khusus,...yaitu berbentuk bulat-bulat. Cara membuatnya pun sederhana. Campurkan air, tepung, telur, garam, daun bawang, dan kubis, kemudian masukkan ke dalam cetakan. Setelah itu masukkan tako (gurita) yang udah dipotong-potong, kasih keju, dan juga sayur. Setelah itu tumpuk lagi dengan adonan tepung. Hal yang paling manrik adalah saat kita ngebulet-buletin takoyaki yang udah mau kering,,karena harus diputer puter dan membutuhkan skill khusus biar hasilnya ga penyok penyok. Pokoknya seru banget. Haha jadi pengen bisnis takoyaki di Indonesia :D . 



Masak Takoyaki
Yak..setelah puas makan takoyaki, ngobrol2, dan dibacain buku cerita sama anak-anak jepang (walau ga ngerti T.T karena pake bahasa Jepang), sekarang saatnya Welcome Party di suatu aula dkat apato tempat keluarga homestayku tinggal. Sampai disana  cukup kaget,, bukan hanya karena tidak sengaja bertemu Ashley (salah satu teman asramaku yang kebetulan juga ikut program homestay di sekitar situ), tapi ternyata di welcome Party itu seluruh anggota Hippo family yang ada di sekitar Mizonokuchi ikut serta dan setiap keluarga membawa makanannya masin-masing,,haha kayak arisan keluarga di Indonesia banget. Terlebih lagi masakan yang dimasak adalah semua makanan Jepang, jadi aku bisa mencoba berbagai makanan. Di situ aku juga berkesampatan untuk mencoba bermain mainan anak-anak Jepang yang dari dulu sering aku liat di komik doraemon, yaitu gasing (koma), daruma otoshikendama (sejenis palu/ken yang terhubung dengan bola)..ternyata maininnya susah susah gampang.


Daruma otoshi



Di tempat itu, salah seorang anggota Hippo Family juga mengajariku kaligrafi Jepang. Pertama-tama ia mencotohkan terlebih dahulu  dengan tulisan kanji. Ternyata...di dalam kanji nama panggilanku 'Laras' berubah jadi 'Rarasu' yang memiliki arti "Ra=good" "Su=congratulations" hahaha baru tau dan mau ketawa banget karena ga nyangka!? Pantes aja entah kenapa saat memperkanlkan diri ke orang Jepang dan Cina mereka selalu mengatakan 'You have a good name", he dan saat itu aku ga ngerti, ternyata begitu ceritanya. Padahal...selama ini aku sendiri bingung arti namaku apa sebenarnya, apalagi kalo ada yang nanya. Haha alhamdulillah...makasih ya mama dan papa yang udah aku ngasih nama yang kalo di kanji jadi bagus ^_^ . Selanjutnya giliranku menulis dengan katakana (salah satu karakter dalam bahasa Jepang) karena pastinya aku ga bisa nulis huruf kanji,,super susah. Menulis kaligrafi dengan kuas tradisional Jepang sedikit sulit buatku haha selain pertama kalinya juga memang membutuhkan keahlian khusus saat menggores dan menarik kuas...alhasil kaligrafiku jadinya jaauuuhh lebih gak oke dibandingin yang dibuat sama okasan itu :p ya sudahlah, yang penting mencoba.






Pestanya masih berlanjut. Selanjutnya, aku dan Ashley diberi kesempatan untuk merasakan tradisional Japanases tea ceremony atau yang dalam bahasa Jepang disebut dengan chado. Ternyata untuk menyiapkan teh dibutuhkan keahlian khusus,, dan kali ini yang akan menyiapkan teh juga seorang anak perempuan yang kira-kira masih SMP. Dengan lemah gemulainya ia mempraktikkan bagaimana cara menyiapkan teh, mengibaskan kain untuk membersihkan cawan, dan juga mengaduk matcha di air panas hingga tehnya berbusa. Cara meminum tehnya pun harus dengan teknik khusus, yaitu saat disajikan kami harus memutar cawan sebanyak kurang lebih 3 kali untuk memastikan bahwa kami tidak meminum di bagian depan/gambar utama yang terdapat di cawan itu. Begitu juga saat meletakkannya kembali dilakukan dengan arah sebaliknya. Llau bagaimana dengan rasa tehnya? Teh yang disajikan deisebut dengan matcha yang berasal dari teh hijau dan sangat konsetrat. Konon harga teh ini sangat mahal. Karena dikhawtirkan rasanya sangat pahit, maka sebelum meneguk teh kami dipersilakan untuk memakan permen manis terlebih dahulu. Ternyata, setelah meneguk rasanya ga terlalu pahit, malahan enak,, hanya saja yang bikin gan tahan panasnya itu lho. 

Acara selanjutnya adalah belajar bahasa. Di acara tersebut, kami sebagai tamu dari negara asing harus membantu orang-orang Jepang menerjemahkan bahasa Jepang ke dalam bahasa bahasa ibu kami. Yang menarik adalah saat memperkenalkan diri, sebagain besar di antara mereka menggunakan Bahasa Indonesia,, ya karena mreka belajar lewat cd. Cara ini kelihatannya cukup efektif untuk mempelajari bahasa. Karena sudah malam, akhirnya semua keluarga pulang ke kediamannya masing-masing. Saat hendak pulang, tiba-tiba bocah bocah Jepang menghampiriku dan mengulurkan tangannya memberiku sejenis biji-bijian yang entah apa itu dan juga origami bebrbentuk buckyball yang sangat artistik.

Sesampainya di apato dan selesai mandi, mereka mempersilakanku untuk tidur di salah satu ruang yang terdapat TV, LCD home teather lagi. Dan itulah pertama kalinya selama 2 bulan tinggal di Jepang aku menikmati siaran TV. Menurutku yang paling menarik adalah iklan-iklannya. Ternyata iklan-iklan di Jepang memiliki genre yang sama.. yaitu 'lebaayy, kocak, dan aneh" haha mulai dari ekspresi pemerannya, jalan ceritanya, dan seagala macamnya membuatku ingin tertawa haha (red:malahan jadi nonton iklan bukan nonton TV). Kelihatannya orang-orang Jepang suka dengan iklan atau hal-hal yang macam ini. Dan akhirnya...pertama kalinya aku tidur di atas futon berlantaikan tatami. Futon merupakan kasur lipat untuk tidur di lantai dan terdiri dari berbagai lapisan, serta selimut tebalnya membuatku merasa hangaaatt.

HARI KEDUA ^^

Esok paginya...seperti biasa sekitar jam 4.30 aku pagi-pagi bangun shubuh. Teringat pembicaraan malam itu sebelumnya, "Itsumo nanji Laras-chan okimas?" "Yon-ji han" jawabku....haha dan dia cukup kaget,, haaah jam 4.30?? Akhirnya aku jelaskan kepada mereka kalo sebagai muslim kami harus bangun sebelum matahari terbit untuk menjalankan sholat shubuh dll...dan mereka merasa cukup heran. Ternyata pagi itu, kebetulan Mikan juga bangun pagi-pagi sekitar pukul 5 itu menyiapkan bento untuk Chika-chan yang akan lomba voli pagi itu... Setauku, membawa bento yang dibungkus dalam bentuk menarik merupakan salah satu budaya yang kental di Jepang. Karena penasaran dan ingin tahu bagaimana cara memebuat bento, makanan apa, dan masakan apa yang dimasak. Saat itu aku baru tau, ternyata di keluarga Jepang tempatku tinggal 9dan mungkin di keluarga lainnya) , pagi-pagi ibunya akan memasak bento untuk anaknya dan chika-chan yang akan menyiapkan dan mengatur bekalnya sendiri untuk dibawa ke sekolah. Setelah itu, kami sarapan pagi...haha yang menurut keluarga itu masih terlalu pagi -sepertinya- . Yup..senang rasanya sarapan pagi dengan masakan ala Jepang. Ternyata di pagi hari mereka sering memakan soup miso dan juga telur dadar. Setelah sarapan, akhirnya aku memberikan oleh-oleh souvenir yang kubawa dari Indonesia untuk keluarga tersebut dan juga chika-chan.

Hari itu kami berencana akan pergi ke 'Edo Tokyo Museum yang terletak di Tokyo sekitar pukul 10 dari stasiun. Hanya saja, karena masih pagi dan entah kenapa dia tidak memutuskan untuk tidur lagi, Mikan mengajariku berbagai jenis craft. Ya, handicraft ternyata salah satu keahlian homeparentsku ini. Tidak heran di rumahnya benar-benar tersedia berbagai macam alat dan bahasan untuk membuat berbagai handicraf...mulai dari origami berbagai gambar dan ukuran dalam jumlah banyak, pita-pita aneka ukuran dan warna (bahkan ia bertanya padaku warna apa yang kusukai dan siap kan mengamblnya..mungkin karena semua warna pita tersedia) , lem, dan juga kain serta gantungan-gantungan manik manik. Yuppp kebetulan banget, aku juga sangat suka mengerjakan dan belajar handicraft, jadi ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa yang aku dapatkan. Kali ini, Mikan mengajariku membuat craft dari ribbon yang dipilin-pilin dengan cara tertentu. Dari situ, kami bisa membuat gantungan hp ataupun gantungan kamera. Selain mengerjakannya dengan cepat dan terampil, hasil yang ia buat luar biasa bagus.. sedangkan aku? haha hasilku masih beginner, tapi setidaknya ga jelek-jelek amat kok hehe. Selain itu, Mikan juga akhirnya mengajariku bagaimana membuat origami berntuk bucky ball seperti yang diberi oleh anak-anak SD itu di pesta tadi malam. Ternyata ngebikinnya lumayan sulit...wah kagum banget deh sama anak-anak Jepang ini.

Pada saat asik mengerjakan ribbon craft..tiba-tiba seluruh lantai terasa goyang-goyang..spontan aku akget. Kemudian Mikan dengan tenang berkata "Zisshin" (bahasa indonesia:gempa) dan memberi isyarat padaku untuk tenang dan duduk sambil menunggu gempa berhenti. Alhamdulillah walaupun cukup lama dan lumayan kenceng akhirnya gempa berhenti. ya, gempa bumi juga merupakan salah satu hal tidak biasa yang entah kenapa di negri sakura ini menjadi sangat biasa. Ternyata memang mereka begitu tenang menghadapi gempa dan aku pun sudah mulai terbiasa. Haha udah ngebayangin kalo di Indonesia kalo gini pasti serumah udah heboh pada keluar rumah. Enaknya adalah karena bangunan disini didesain antigempa, jadi kalo gempa cuman terasa kayak goyang-goyang di kasur..ga kyak di Indonesia yang rasanya bergerak semua. Ada-ada saja, tidak menyangka di rumah orang Jepang pun aku merasakan gempa, sangat kebetulan.

Buckyball Origami
Ribbon Craft
Setelah pukul 10, akhirnya kami berangkat jalan-jalan ke Edo Tokyo Museum yang terletak sekitar 1,5 jam dari Kawasaki dan stasiun terdekatnya (Kawagoe eki) berada di Edo Line.. Sampai di Edo Tokyo Museum, aku benar benar takjub. Disana kita bisa melihat miniatur-miniatur Jepang jaman dulu pada saat zaman edo yang dipimpin oleh Shogun. Rasanya berada di sana seperti melihat film Samurai X atau Naruto...karena ada miniatur-miniatur jembatan, rumah, serta kastil kastil penguasa Jepang jaman dulu. Benar-benar serasa ada di dunia manga dan anime kolosal. Di tempat itu, kami juga melihat kimono-kimono dan perhiasan luar biasa indah yang dulu dikenakan oleh istri dari shogun. Aku juga belajar shogun itu apa, bagaimana kehidupan orang-orang jaman dulu sebelum restorasi Meiji, apa yang mereka lakukan tiap musim (hampir sama seperti orang Jepang jaman sekarang), dan juga ternyata dari jaman edo dulu orang orang Jepang memang sudah selalu siap sedia dengan bencana. Mereka sadar betul bahwa daerah mereka rentan akan bencana, terutama gempa bumi dan banjir. Pantas saja tidak heran sampai sekarang orang Jepang siap siaga banget. Karena lapar, akhirnya sebelum melanjutkan melihat pameran, kami istirahat sejenak untuk makan siang di kedai Pasta. Aku memesan pasta kerang yang rasanya enak banget. 





Setelah berputar-putar museum hingga pukul 4.00, akhirnya kami memutuskan untuk sampai disini saja. Haha ternyata museumnya gede banget dan bagus banget, jadi dalam seharian itu pun kami belum berhasil menyelesaikan keliling-keliling museum. Hanya saja karena sudah capek akhirnya kami pun pulang..Mereka mengantarku hingga stasiun dekat apato hostfamilyku (karena kebetulan searah dengan stasiun dekat tempatku pergi). Di jalan, mereka (ibu ibu Jepang) sempat bertanya padaku tentang kerudung yang aku kenakan dan juga tentang sholat, puasa, dall pertanyaan tentang ke Islamanku. Sebelum pergi tiba-tiba Mikan menyodorkan kantong belanja bergambar kucing yang berisi gula khas Jepang... "This is for you.." Wah alhamdulillah, senang sekali diberi hadiah lagi. Padahal tasku udah penuh sama hadiah-hadiah lain juga dari anak-anak yang kemarin, hasil kaligrafi, kerjainan tangan yang dibuat oleh Mikan, dan sekarang ditambah lagi oleh oleh makanan... baik sekali orang-orang ini. Spontan aku mengatakan "Mikan, domo arigatou gozaimasu". Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi :)


 Mikan Arigatou Gozaimasu ^_^
Oleh oleh dari Homestay ^_^
Ya, begitulah akhir homestayku...sungguh 2 hari luar biasa yang sangat menyenangkan. Aku banyak belajar berbagai hal dari orang-orang Jepang tersebut dan ini pertama kalinya dalam 2 bulan selama kedatanganku di Jepang aku merasa benar-benar merasakan budaya Jepang yang sesungguhnya. Satu hal yang sedikit kusesali adalah...aku berharap bisa bahasa Jepang dengan lancar pasti bakal lebih seru lagi. Yak...aku harus semangat bertekad belajar Nihongo sungguh-sungguh, biar suatu saat aku bertemu lagi dengan mereka aku benar-benar bisa bercakap-cakap tanpa ada hambatan komunikasi sedikitpun. 

Terimakasih hostfamilyku yang luar biasa baik dan juga anggota Hippo Family Club!!! ^_^ 
Alhamdulillah Ya Rabb..telah memberikan hamba kesempatan untuk mengenal Jepang lebih lanjut.SEMANGAT!!

Saturday, October 26, 2013

Great Experience: Learning How to Save your Life

Last Wednesday is my first class of Study on Japanese Companies and Industries and we visited Ikebukuro. After we arrive at Ikebukuro Bosaikan (Ikebukuro Life Safety Learning Center), the students in SLJCI class is divided into two groups. Then each group will go to some posts around Ikebukuro Bosaikan to learn about safety learning. So, actually this is a place where we can learn how to save ourselves when there is accidental event happened and natural disaster happened (especially earthquake).

The first zone for my group is “How to save yourself in smoke when there is fire comes”. Before we do the simulation, the officer taught us by seeing the video. From this post I learn a lot the way to save in smoke. The most important when there is smoke because of fire “kaji” in Japanese is we may not be panic. When the alarm of fire ring.,.we have to try search masker/handkerchief/towel or something made of cloth that can close our nose and mouth to prevent smoke inhalation in our respiration tract since it is toxic and very dangerous for our life. Smoke from fire can contain CO which can decrease our blood ability to bind with oxygen and cause cyanosis/hypoxia. Besides that, fire needs oxygen to flame…that’s why fire comes mean the oxygen around us will be decreased and also the particle of residue caused by stuffs around us also can make our life threatened. After we close our nose and mouth with handkerchief, we have to try searching the exit way from the building or room. The speed of smoke will be faster than our walk, but we may not use elevator because it would be more risky so just use the stair. And it would be better when we walking to try for escape is not by standing straight, but by stooping to prevent more smoke inhaled and easier for our sight. After giving the explanation, each of us in group enter the smoke maze for the simulation. In that smoke maze, we have to search the way to escape from smoke when we are trapped in rooms full of smoke. Another thing that is important if you try to escape from the smoke in group is you have to be care with your friends too and must know how many people that go together with you to assure that everybody are saved.

The second zone and the third zone is about earthquake. First, we see the video about big East Japan Earthquake and Tsunami that happened in 11th March 2011 around 2 years ago. That big earthquake really affect everything in chaos, there were many victims, damage infrastructure, bad impacts in people safety and economics and also caused other disaster comes (like fire, flooding, etc). Earthquake can be happened because the movement of continental plate and also ocean plate. Tsunami can happened because when the plate between continental and ocean move, it can cause the elevating of sea wave and surface suddenly which later on bringing a big energy inside the seawater to the land.

After seeing the video, we do simulation “How to save yourself when earthquake comes”. In this case, there is simulation chairs that can simulate when the earthquake comes and the strength of the earthquake also can be measured. Each of us will experience 7 SR earthquake and try to save ourself. The first step that is important when the earthquake come is searching for something that can protect our head crash with any hard stuffs that can fall when there is earthquake. And after that, you can hide under the table to protect yourself. I think the simulation really feels like real and frightening enough. In my home country, Indonesia, I ever experience some earthquakes too…but I never experience this big and this long like in this simulation. That is why I can learn a lot from this simulation.



What I know, earthquake is really often occurs in Japan because it is located around many earth plates, just like my country. But, what I learn a lot is that Japanese is really concerned about this problem. When they face this problem, they always try preparing everything to prevent more damage caused by the disaster. Their experience in earthquake around 1900’s and 1990’s make Japanese can develop many technology, especially to make building earthquake-resistance. Besides infrastructure, Japan looks really prepare people to be ready when the disaster like Tsunami and earthquakes come. The government provides many information and also train people how to save theirselves when the disaster come. The way Japanese prepares everything for their own safety and still caring about the others (by volunteering etc) when disaster come really touch my heart. No wonder, at the last earthquake it looks like easy for them to face and return normal again after disaster comes. My country is also risk of this kind of disaster, but the preparation is not this much. That is why, as Indonesian I learn a lot from this and one day I hope the system in my country will be as good as here, in Japan

And the last zone is we learned "How to extinguish the fire by using fire extinguisher". It is also my first time using it in my life, usually most of people only often seeing it without knowing how to use it. So, there are 3 common steps to use the fire extinguisher. The first one when you see there is a fire, in Japan you have to shout ‘Kajida” which mean “Fire” so you can ask people for help. After that just take the fire extinguisher and hold it on the bottom lever. pulling out the knot, and at the last just press the lever and there will be chemicals go outside from it to extinguish the fire. By using this portable fire extinguisher, we can only use it for 22 seconds. So, if the fire is too big, it’s better to call the fireman…because extinguish big fire by ourself will be dangerous enough.



So, that is everything I learn in Ikebukuro Life Safety Learning center. And it would be much better if all the country, including my country, can take example from Japan and prepare people to face disaster. And what we may not forget besides all of that is we should also call emergency phone number when there is emergency happened, in Japan it would be 119. It is a kind of useful to learn about these all. 

Visiting Ikebukuro today is really a great experience for me. This is my first time doing the simulation how to save ourselves when there is earthquake and there is a fire. Although in my home country sometimes earthquake happened, not many simulation like this are done. It is also my first time to use and practice how to use the fire extinguisher which is very useful. I got many new knowledge and experience. So I really recommend if you have time or opportunity just try it on and visit Ikebukuro Bosaikan ^^ so you can learn and experience many things. Besides that I also like it because the mascot of this place is "Cute Elephant" remind me of my home university "ITB-Ganesha". If you wanna see the information about this place, just visit http://www.tfd.metro.tokyo.jp/hp-ikbskan/index.html (this website also the source of  all my pictures here, except the first one)


Friday, October 18, 2013

Idul Adha di Jepang...Sesuatu Banget

Huih...rasanya udah lama banget saya ga coret coret disini..hampir 3 minggu mungkin. Pengen banget rasanya ngeblog tiap minggu..tapi apa daya sejak sebulan terakhir ini kerjaan saya makin banyak di lab dan hampir pulang malem tiap hari. Jadi otomatis saya udah ga kuat buka komputer sampe di asrama. Satu hal yang bener bener jadi hal biasa di JEPANG yang dulu bisa dianggep di luar kebiasaan banget (kecuali kalo mepet ada rapat dll) di INDONESIA adalah pulang malem. Rasanya disini kalo pulang kesorean alias kurang malem itu kayak gimanaaa gitu,wkwk. Haha dan hari ini seneng banget, pulang rada sore jadinya bisa nulis walaupun di tengah-tengah udara malam kota Yokohama yang uda mulai dingin di bawah 20 derajat.

Yup, 3 minggu ini benar-benar luar biasa padat dan bisa dibilang cukup melelahkan, tetapi alhamdulillah buanyak juga pengalaman yang didapet....mulai dari kerja rodi di lab (atau mungkin kalo behubungan sama orang jepang bisa disebut romusha **haha kata seorang sahabat), ketemu dan kenalan sama sesama new comer di lab dan tokodai, welcome party, medical check up, jalan-jalan, ngalamin gimana budaya "zemi" alias seminar lab, dan yang pasti adalah salah satu hari terbesar bagi umat muslim sedunia IEDUL ADHA!!! Ya, kali ini sayamau cerita soal Iedul Adha tanggal 10 Dzulhijah1434 H atau bertepatan dengan tanggal 15 Oktober 2013 hari Selasa kemarin. Karena bisa dikatakan luar biasa dan ini adalah pertama kalinya seumur hidup saya ga lebaran sama keluarga saya....jadi sesuatu banget hehe. 

Rasanya iedul adha jauh dari keluarga itu ga oke banget....apalagi lebaran di negara yang mayoritas non muslim kayak di Jepang,, bener bener ga berasa. Begitulah, rasanya sejak disini baru ngerasain kalo udah masalah kenyamanan berislam, beribadah dengan nyaman, lebaran, sholat, puasa  dan lain lain memang Indonesia rasanya bener-bener surgaaa banget. Haha itu adalah satu hal yang membuatku selalu bersyukur dilahirkan di Indonesia. Well..berhubung kali ini lebaran di jepang, prinsip saya ayo kita nikmatiii juga ^_^

MALEM Takbiran di TOKYO TOWER

Haha kalo di Indonesia biasanya malem takbiran dihiasi dengan untaian takbir indah menggema dari mikrofon berbagai penjuru masjid bersahut-sahutan.... "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illa Allahu walaahu akbar. Allahu akbar walillah ilhamd.." Kali ini saya bener bener merindukan suara takbir itu berkumandang..karena jelas disini ga ada sama sekali jadinya ga berasa kalo besok itu lebaran haji. 

Yang lebih anehnya adalah daripada ngegalau kepikiran keluarga di Indonesia, saya sama geng anak-anak YSEP malahan pergi jalan-jalan ke Tokyo Tower...hahaha can you imagine that!? Ga ngerti lagi deh hoho. Itenary jalan-jalan kami ke Tokyo Tower ini seperti biasa luar biasa mepet dan baru dipastiin pagi harinya. Rencananya sebelum pergi ke sana, siang harinya kami aka pergi ke Sea Paradise, tapi apa daya rencana tinggal wacana. Hahaha ternyata semuanya tepaarrr gara-gara Koudaisai selama dua hari sebelumnya...jadilah cuman ke Tokyo Tower aja dan berangkatnya habis maghrib karena mau solat dan buka puasa arafah dulu pastinya. Setelah berlari-lari karna takut telat janjian ketemu di stasiun aobadai sama geng shofu, ehh ternyata mereka juga masih santai-santai aja. Hahaha malahan habis ketemu bukannya langsung berangkat...justru nongkrong bentar dulu  buat makan menu favorit kami yaitu Chikuwa di Shibu Soba aobadai hahaha. Begitulah....walaupun di Jepang, kalo janjian sama orang Indonesia, tetep aja jadi jam Indonesia,,alias jam karet wkwkwk.

Setelah menyantap habis, akhirnya kami pergi....ini adalah rute yang udah dipilih, paling gampang, paling cepet, dan paling murah ke Tokyo Tower...
Aobadai-Mizonokuchi (Den-entoshi Line) ---- Mizonokuci-Jiyugaoka (Oimachi Line) --- Jiyugaoka-Naka Meguro (Toyoko Line) --- Naka Meguro-Kamiyacho (Hibiya Line) dan dengan ongkos sekitar 500 JPY harusnya sekali jalan, tapi karena kepotong tekiken alhamdulillahnya jadi cuman bayar sekitar 310 JPY. Hahaha lumayan, ternyata ga rugi rugi amat nge extend tekiken sampe kampus Ookayama. Hahaha kali ini, ga pake acara kesasar-sasar berhubung udah pernah lewat rute ini sebelumnya pas Festival Indonesia bulan September..haha ga kyk waktu jaman ke Roppongi. 

Tokyo Tower at Night (Source: www.tokyulove.com)

Sampe di stasiun Kamiyacho, kami hanya bisa mengandalkan google map hp dan juga google street yang udah  diliat sebelum berangkat. Ga susah sih, karena dari stasiun Kamiyacho, Tokyo Tower yang berdiri dengan gagah itu terlihat...ya jadi tinggal ngikutin aja kira-kira dimana menara yang dulu pernah jadi menara tertinggi di Tokyo. Akhirnya, setelah berjalan 800m, sampailah kami di Tokyo Tower...yang dengan indahnya dihiasi oleh lampu-lampu. Istimewanya adalah Tokyo Tower ini kalo dari jauh, ga diliat mendetail atau dibikin replikanya, agak mirip sama Menara Eiffel di Paris...tapi bedanya adalah besi besi Tokyo Tower ini dominan warna merah dan lebih tinggi dikit dari Eiffel Tower (yaitu sekitar 333 m, sedangkan Eiffel Tower sekitar 320 m) serta lebih ringan. Kalo diliat-liat..menara yang dibuka di tahun 1958 ini sebenernya ga terlalu istimewa...ya kayak menara aja dengan besi besi merah dan lampu lampu, kayak monas versi tokyo gitu kali ya..ga terlalu istimewa dan fungsinya kayak "LAMBANG KOTA alias LANDMARK" gitu aja mungkin dan pemancar gelombang TV sama radio di Jepang. Jadi, walau ga terlalu istimewa, rasanya bener kalo ada yang bilang belom  ke Tokyo kalo belom ngeliat Tokyo Tower. So, one mission acoompalished again ngeliat Tokyo Tower di malam hari!! ^_^  

Berhubung udah sampe sana, rasanya sayang banget kalo ga ke atas. Dan emang rencananya mau ke atasnya di Tokyo Tower aja, bukan di Skytree (yang sekarang jadi menara paling tinggi di Jepang mengalahkan Tokyo Tower) karena tak lain dan tak bukan adalah harganya lebih murah. Sayangnya, saat bula-bulan ini, special observation Tokyo Tower (alias menara observasi paling atas) ga dibuka karena elevetarnya lagi dibenerin. Jadilah, akhirnya pergi ke Main Observatory aja yang letaknya di tengah-tengah Tokyo Tower dengan harga 820 JPY. Kalo mau ke Special Observatory, harganya nambah 600 JPY lagi. Well, setelah naik elevator..sampailah akhirnya di ruang observatory. Dari sana (terdapat 2 lantai), kita bisa melihat kota Tokyo dan gemerlap lampunya dari atas...benar benar terlihat sangat romatis dan menawan. Dan sepertinya, tema Tokyo Tower saat itu adalah Haloween jadi semua pernak pernik yang ada disana berbau Haloween. Haha satu hal yang paling berkesan dari Tokyo Tower adalah tempat ini romatis banget...haha ga heran banyak setting film, dorama, atau komik serial cantik yang mengambil tempat ini. Selain itu, image nya sendiri memang dibuat jadi tempat romantis, bahkan di ruang observatori ada sejenis replika tokyo tower di dalamnya yang berwana pink kelap kelip dengan lambang hati di sekitarnya, dan juga restoran yang sepertinya memang diset untuk pasangan, plus sejenis stasiun radion yang disana bisa request lagu-lagu buat orang yang ada disana juga. Pokoknya luar biasa romantis...hahaha bisa dibilang pergi ke tempat ini buat ngilangin kegalauan ehh malah bisa bisa tmbah galau. Haha intinya kalo mau ngegalau jangan jalan-jalan ke Tokyo Tower, yang ada tambah galau wkwk. 

Romantic Tokyo Tower

Setelah liat-liat dan foto-foto di sekitar ruang observatori, akhirnya kami turun kembali kelantai bawah yang sebenarntnya sejenis mall atau toko. Pas di depan elevator turun, terdapat toko yang menjual berbagai souvenir makanan khas Jepang...dann yang paling menonjol adalah tak lain tak bukan Tokyo Banana. Luar biasa, haha banyak sekali aneka jenis produk Tokyo Banana yang ditawarkan, mulai dari kue kering, coklat, cake, dan sebagainya...bener bener bikin kabita (kalo kata orang Sunda). Hahahaha sayangnya, harganya mahal...rata-rata di atas 1000 satu bungkus. Akhirnya karna ga tahan dan bener bener pengen, setelah memastikan produk yang diambil ga ada sake atau bahan-bahan lain yg ga bisa dimakan, kami ber memutuskan membeli 1 bungkus yang isinya pas ada 6 batang coklat (chocobanana) yang rasanya enaaakk dan tiap orang dari kami jadi hanya perlu membayar sekitar 175JPY. Weleh weleh..maklum anak perantauan. 

Setelah itu perjalanan dialnjutkan dengan melihat-lihat sekitar Tokyo Tower buat cari spot foto yang oke dan sempet ngeliat lampu Tokyo Tower mulai meredup (karena hampir tutup). Hahaha menurut info yang didapet, orang Jepang percaya mitos kalo pasangan ngeliat lampu lampu Tokyo Tower meredup bersamaan..maka cinta mereka akan abadi..hahahha naon deui. Sekali lagi, memang tower ini diset sebagai tempat wisata dan dongeng yang romantis.. Sayangnya, Yang bikin agak sebel adalah susah banget buat foto dengan background Tokyo Tower full...konon ada tempat khusus gitu buat foto, tapi anyway walaupun habis dari sana nyoba nyari-nyari...tetep belom ketemu karena udah malem jadi rada males juga kalo nyari tempat yang ga jelas dimana. Jadilah akhirnya kami menyerah dan pulang lewat stasiun yang sama. Walaupun tadinya sempat galau dan pake acara acara puter koin segala buat nentuin mau lewat stasiun mana...hahaha pdahal intinya semuanya mau baliknya dari stasiun yang paling murah, yaitu Kamiyacho. Satu hal yang bikin saya sebel lagi adalah karena digicam pocket yang saya bawa ga bisa ngambil gambar bagus kalo lagi malem malem dan banyak lampu gini...nasib T.T . Ya, begitulah malam takbiran yang dihabiskan dengan hal yang tidak biasa...sedih sebenernya, tapi daripada ngegalau sendiri di asrama kangen sama keluarga malah jadi ga produktif hehehe.

SHOLAT IED di SRIT

Esok paginya....sekitar jam 5.45 saya dan Riedha kabur dari asrama buat pergi ke Meguro Eki karena mau sholat ied di SRIT yang terletak dekat dari stasiun itu. Hahaha jarang jarang banget sejak dateng ke Jepang berangkat sebegitu pagi...padahal kalo di Indonesia biasa aja, emang berangkat sekolah atau ngampus sekitar jam segitu apalagi yang tinggal di daerah Jakarta. Kirain tuh...di kereta bakal sepi karena orang-orang belom berangkat...woww ternyata di luar dugaan, jam segitu udah banyak orang juga yang berangkat kantor atau sekolah. Hha ngebikin saya mikir ni orang-orang emang pada sekolah atau kerja di tempat yang super jauh...atau emang karena orang-orang Jepang ini rajin  ya dan saya yang males berangkat pagi karna disuruh datengnya jam 10 ke lab...:"aneh" . 

Lanjut.... Ada hal luar biasa yang saya alami di pagi 10 Dzulhijah itu. Saat akan  berganti line dan kereta di Mizonokuchi, dan saat saya setengah berlari seperti biasa buat ngejer kereta yang satunya...entah kenapa saya ngerasa ada yang "ngikutin" saya. Nah lho??? Dan tiba-tiba ada yang menepuk punggung saya dari belakang. Spontan saya super kaget karena dalam kondisi lagi berlari. Saat menoleh, ternyata ada seorang pria Jepang sekitar berumur 30an mengarahkan tangan kanannya ke saya...dan saya kaget ternyata di tangannya itu ada kotak persegi panjang berwana biru dengan gambar kucing, yang tak lain dan tak bukan adalah... DOMPET SAYA yang sepertinya jatuh karena lupa dimasukin ke tas dan buru-buru ganti kereta.. Wow...saya syok dan spontan mengatakan "Arigatou gozaimas.." sambil mengambil dompet itu dengan super cepat karna memang saya dan orang itu juga kelihatan sangat buru-buru. Bahkan saya udah ga inget lagi muka orang yang ngebalikin dompet saya yang jatuh itu kayak apa. Luar biasa, sekali lagi cerita yang saya denger kalo orang Jepang itu sangat baik dan jujur itu ga boong....bayangin kalo di Indonesia mungkin ga ada yang peduli atau malah mungkin ada orang yang ngerasa dapet "rejeki" atau "kesempatan" ngambil barang orang yang ga sengaja jatuh. Ya ampun, saya ga kebayang kalo dompet itu jatuh mana pas mau sholat Ied lagi...selain uang disitu ada berbagai macam kartu dan dokumen yang penting banget buat tinggal di Jepang. Alhamdulillah...ya Allah makasih...makasih juga buat orang yang ga dikenal entah siapa itu. Mungkin kalo dia seorang muslim rasanya pengen banget bilang "Jazakumullahu khairan katsiran...." - kira-kira "Semoga Allah memberikan balasan kebaikan besar untukmu..." sayangnya pasti ia bukan seorang muslim, jadi mungkin lebih doanya semoga orang tersebut dilancarkan segala urusannya atau bahkan semoga suatu hari ia bisa mendapatkan kebahagiaan hakiki, yaitu cahaya keislaman. Aamiin.



Sampe di Meguro Eki, ternyata banyak ketemu sama orang-orang Indonesia atau muslim-muslim lain yang pake kerudung...rata-rata keluarga gitu, ada juga yang bawa anak. Hahaha pokoknya lucu banget ngeliatnya, sampe sampe akhirnya kita jalan rombongan dan naik bus juga rombongan. Sempet mikir, orang Jepang ngerasa bingung gak ya, tiba-tiba di daerah sini banyak orang pake jilbab rombongan....Akhirnya sampai jugalah setelah turun dari bus jalan kaki ke SRIT. Nah....apa itu SRIT?? Tebak! Lucunya setelah ngobrol ngobrol banyak orang yang salah tau dan lupa apa singkatan SRIT sebenarnya. Ada yang menebak "SRIT=Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo?' wkwk emang sekolah rakyat kayak jaman awal kemeredekaan hehehe ada juga yang mengira "SRIT=Sekolah Republik Indonesia Terbuka?" dll...pokoknya banyak persepsi persepsi. Padahal aslinya SRIT itu singkatannya Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Sampai disana....rasanya seneng karena ketemu buanyaak orang-orang Indonesia muslim yang juga mau sholat Ied. Hahaha kalo pas disitu rasanya baru sadar wah ternyata buanyak banget ya Muslim Indonesia yang tinggal di Tokyo hahaha ga nyangka dan malah jadi ga kerasa kayak di Jepang. 

Yeah...seneng akhirnya bisa sholat Ied dan ngedengerin ceramah. Tapi entah kenapa, kayaknya suasa Iedul Adha nya tetep ga sesyahdu  kalo di Indonesia **entah mengapa ada yang berbeda. Yang bikin senengnya lagi adalah, setelah sholat Ied, di lapangan depan sekolah ada Bazaaar Makanan Indonesia!!!! Walaupun harganya terbilang cukup mahal...satu porsi untuk tiap makanan sekitar 500 JPY. Hahaha tapi  bodo amat, mumpung lagi lebaran dan jarang-jarang makan makanan Indonesia ya saya makan makan aja....dan berhasil memenuhi perut dengan sate ayam lontong dan mie baso. Huwaaa rasanya seneng makan bakso lagi  ^_^ . 




Factory Tour and Last Train
Setelah semua berburu makanan, akhirnya tiap orang kembali ke aktivitasnya masing-masing...ya termasuk saya. Sedih rasanya bila ingat...inilah yang membedakan lebaran di Indonesia dan Jepang. Di Indonesia pastilah hari raya alias lebaran artinya libur!!! Sedangkan disini, tetep kuliah dan ngantor habis sholat Ied T.T jadilah saya balik ke kampus. Untungnya, hari itu ga kerja di lab, karena agendanya adalah Factory Tour ke salah satu perusahaan farmasi di Jepang, Pas banget kan? Berhubunga saya aslinya dari Farmasi, jadi seneng banget punya kesempatan buat jalan-jalan di salah satu perusahaan farmasi di negara yang memang banyak memproduksi obat kayak Jepang ini. Hahaha rasanya, ga salah saya milih lab tempat saya kerja ini....walaupun ga ada jurusan farmasi, setidaknya ternya saya ga salah karena lab yang saya pilih itu sebnernya bisa dibilang jurusan Medical Life Science!!! Makanya jalan-jalan dan seminarnya juga berkaitan dengan dunia medik alias pengobatan gitu jadi saya ga bodo-bodo amat.

Saat akan pergi ke factory tour dengan kereta, tiba-tiba hujan mulai datang dannn deraaasss lagi padahal ga bawa payung. Alhasil akhirnya saya dan sahabat baru saya dari negri Jiran beli payung baru yang cuman beda warna doang...dia biru dan sayan ijo toska. Belakangan di kereta dan selama perjalanan, pas ngobrol-ngobrol sama anak-anak lab saya baru tau kalo ternyata besok bakal ada taifun besar di Jepang yang bakal ngelewatin Tokyo dan Yokohama...taifun 26 namanya. Konon taifun ini adalah salah satu taifun terbesar dan hanya ada satu dekade sekali. Makanya sekarang udah mulai ujan gede. Sesampainya di perusahaan yang ditujum ternyata itu adalah suatu pusat riset raksasa obat yang luar biasa canggih dan tidak ditemukan di Indonesia. Kalo di Indonesia, rata-rata perusahaan farmasi tidak ada yang riset obat dari mulai awal...palingan kerjaannya cuman ngeproduksi obat-obatan metoo (dibaca: mitu)  Sedangkan disini, semua riset dan pengembangan obat yang saya pelajari teorinya aja selama sarjana dan master bener-bener ada. Mulai dari proses skrining kandidat obat baru, pencocokan dengan target obat, pengujian secara kimia, biologis, toksikologi dll serta semua kegiatan buat ngejamin keamanan, efikasi, sampe kualiatas obat full dilakuin dari awal sampe akhir. Sebuah pengalaman yang luar biasa dan menaikkan adrenalin dan semangat seorang Farmakolog seperti saya ini (hohoho narsis abis) banyak banget yang berkecamuk di dalam otak. Huwaa rasanya suatu hari pengen banget kerja atau riset pengembangan obat di tempat kayak gini...mana semuanya udah dilakuin secara canggih dan terobotisasi ....oke banget pokoknya!! Alhamdulilah, ngerasa beruntung dapet pengalaman berharga lagi.

Setelah kunjungan industri, dilanjutkan dengan Party. Hahaha ikut party bareng anak-anak lab sebenarnya suatu hal yang sangaaatt dilematis. Di sisi lain, harus ikut kalo mau gaul dan bisa ngobrol atau deket sama mereka yang orang-orang Jepang atau orang asing karena sebagian besar mereka baru bisa "lebih terbuka" saat sedang party gini...dan di sisi lain suka males ikut karena selain bayarnya mahaaall juga pasti suka susah cari makanan halal dan paling ga suka ngeliat orang-orang minum alkohol, bir, atau sejenisnya alias *get drunk. Tapi, alhamdulillah lagi berhubung di lab sekarang ada dua orang muslim....yaitu saya dan seorang gadis dari Malaysia, mereka benar-benar jadi sangat memperhatikan kehalalal makanan yang mereka pesan. Awalnya dulu, saat sebelum Welcome Party...salah seorang teman lab orang Jepang bertanya-tanya padaku tentang apa definisi makanan halal serta apa saja hal yang tidak boleh kami konsumsi. Jadi, sepertinya ia sekarang benar-benar expert dan tahu banyak soal makanan halal. Salah satu hal yang sangat kukagumi dari orang Jepang adalah mereka menghargai tamunya...sehingga berusaha dan bertanggung jawab menyediakan makanan halal untuk disajikan. Bahkan mereka tidak capek mengatakan,, "Laras-san, you can eat that..."or "Laras-san put it off you may not eat that.."  Luar biasa bukan? Senang sekali rasanya mereka bisa menghormati kepercayaan kita jadi kita pun juga harus menghormati  mereka :) . Makanan kali ini yang memang standar bisa kami makan seperti biasa adalah seafood yaitu sashimi, sushi, tempura, dan juga pizza seafood. Sedangkan, untuk minuman mereka memesan yang mengandung alkohol seperti biasa...sedangkan aku dan saudara muslimku dari Malaysia itu hanya memesan jus jeruk dan jus peach. 



Setelah party, kami kembali dengan menggunakan kereta lagi dan sengaja tidak terlalu malam seperti biasa karena menurut ramalan cuaca badai alias taifun akan mulai muncul dari malam hari hingga esok hari. Untuk esok paginya, semua kelas dicancel karena ada taifun sedangkan kelas siang belum ditentukan. Tetapi, secara tidak disangka-sangka sepertinya hujan badai itu datang lebih cepat dari perkiraan...sehingga kami sempat agak terjebak dengan hujan badai angin saat menuju pulang dan saya pun juga harus kembali ke asrama dengan hujan-angin pake payunh (gak guna banget) dan jalan kaki 15 menit. Alhasil sampai di asrama basah kuyup!? Selama jalan menuju asrama di tengah hujan saya justru memikirkan pembicaraan saya beberapa menit sebelumnya di kereta dengan salah satu teman lab orang Jepang, seorang laki-laki.  Ia banyak bertanya tentang Islam...

Kami, orang-orang Jepang terutama yang masih muda ga pernah punya agama....kenapa sih kalian beragama, buat apa punya Tuhan? Kenapa kalian jadi seorang muslim?Terus Tuhan itu kok banyak versinya...ada yang bilang Tuhan banyak ada yang bilang Tuhan satu...terus jadi gimana?Mengapa kamu tidak boleh menampakkan kulit dan menggunakan jilbab?Apakah saat musim panas kamu ga kepanasan pake baju kayak gitu?Kenapa kalian ga boleh minum alkohol? Kenapa sih kalo cewek banyak banget aturannya buat orang Islam? Kalo cowo boleh minum alkohol gak?Terus kalo cewek yang ga pake pakaian tertutup kayak dia itu bagaimana? ga boleh ya?Kalo puasa, kenapa sih kalian harus puasa dan ga makan? Buat apa?

Dan luar biasa banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya...tapi sungguh waktunya sangat terbatas sehingga aku berusaha menjawab sejadi-jadinya dan berharap mudah untuk dimengerti ...hanya saja entah kenapa aku setelah turun dari kereta merasa seluruh jawabanku agak sedikit aneh, benar benar tidak memuaskan, dan bahkan agak meragukan sedikit jawaban yang kuberikan padanya....jujur aku sedih mendengar pertanyaan itu dan agak sedih juga karena kenapa aku hanya bisa menjelaskan semuanya sebegitu, aku benar-benar tidak puas dengan jawabanku sendiri, benar-benar tidak disangka, tanpa persiapan dan aku juga khawatir akan membuatnya berpikir negatif soal Islam....aaarrrghhh kenapa oh kenapa. Sungguh, aku benar-benar menyesal mengapa waktunya begitu mendadak dan singkat,, padahal mungkin ini adalah kesempatan yang baik bagi mereka untuk mengetahui siapa itu Tuhan, apa itu agama, dan apa itu Islam. Sepertinya aku harus mulai berlatih menjawab pertanyaan pertanyaan seperti itu dengan lebih baik... Rasanya sedih dan miris sekali bahkan mereka ga tau bahwa agama itu sesuatu yang penting di hidup manusia dan mereka tidak tersentuh dakwah sama sekali..bahkan mereka tidak tahu apa islam itu dan menganggap agama sebagai suatu budaya. Kalau begini jadinya sebenarnya ini salah siapa.... Satu hal yang benar-benar kusayangkan adalah betapa baiknya moral mereka bahkan betapa Islami nya akhlak mereka, tetapi mengapa bahkan mereka tidak tahu tujuan mereka memiliki Tuhan itu apa. Aaarrgghh....begitulah Allah berkehendak menutup hari Iedul Adha ku dengan membuat pertanyaan-pertanyaan tersebut berkecamuk di kepalaku dan membuat saya banyak merenung serta berpikir..... 

Ya Rabb....semoga pertanyaannya mengenai islam membuatnya semakin ingin mengetahui lebih banyak soal Islam dan suatu hari dapat tersentuh oleh cahaya keislaman dan hidayah-Mu. Semoga suatu saat negri Sakura ini semakin diwarnai dengan aura cahaya keislaman....aaamiin Ya Allah aamiin.